Rabu, 19 Februari 2014

INSIDIOUS

Setelah apa yang ia lakukan terhadap Nona Natalie Portman dalam Black Swan (2010), semua orang seharusnya tahu bahwa adalah suatu hal yang sangat berbahaya untuk memiliki hubungan darah dengan seorang Barbara Hershey. Dalam Insidious, aktris senior yang masih terlihat cantik (dan juga misterius serta sedikit menakutkan) di usianya yang telah menginjak 63 tahun tersebut berperan sebagai Lorraine Lambert, ibu dari Josh Lambert, seorang karakter yang diperankan oleh aktor Patrick Wilson. Josh, beserta istri, Renai (Rose Byrne), dan ketiga anaknya, baru saja pindah ke sebuah rumah yang walau sederhana, namun sangat nyaman untuk ditempati. Sampai akhirnya serangkaian teror mulai menghantui keluarga tersebut.

Teror itu sendiri dimulai ketika anak tertua mereka, Dalton (Ty Simpkins), ditemukan tidak sadarkan diri di suatu pagi. Tim medis yang memeriksakan kondisi Dalton kemudian menyatakan bahwa Dalton berada dalam kondisi koma, walaupun mereka sendiri heran karena tidak ditemukan adanya gejala kerusakan pada susunan otak Dalton. Tidak hanya berhenti di situ, setelah Dalton jatuh koma, berbagai hal aneh mulai menyelimuti keseharian pasangan Josh dan Renai. Dengan bantuan Lorraine, Josh dan Renai diperkenalkan dengan Elise Reiner (Lin Shaye), seorang wanita yang mampu menganalisa hal-hal berbau aktivitas paranormal dan ternyata telah mengenal Josh semenjak kecil. Lewat beberapa pengamatan yang ia lakukan, Elise kemudian membuka tabir sebuah mimpi buruk yang jika dibiarkan dapat saja mengambil Dalton dari sisi Josh dan Renai.

Jika beberapa tahun belakangan Hollywood selalu membanjiri para penggemar horor dengan film-film yang banyak menampilkan adegan sadisme – terlepas ketika sesekali mereka kembali menghadirkan rangkaian kisah-kisah para arwah penasaran dengan cara melakukan remake terhadap beberapa film horor Asia – maka Insidious adalah sebuah flm yang sepertinya dibuat untuk mengekor kesuksesan Paranormal Activity, sebuah film horor yang bercerita mengenai teror gaib yang menghantui satu pasangan dan sempat meraih sukses luar biasa ketika dirilis pada tahun 2009 silam. Well… tidak perlu merasa terlalu heran juga. Oren Peli, sutradara dari Paranormal Activity sendiri, turut terlibat sebagai produser dalam pembuatan Insidious.

Ditulis oleh Leigh Whannell, aktor yang juga menulis naskah beberapa seri Saw serta film horor Dead Silence (2007) arahan Wan, Insidious sebenarnya sama sekali tidak menawarkan sesuatu yang baru di dalam jalan ceritanya. Untuk menakuti penontonnya, Insidious masih tetap menyajikan berbagai karakter-karakter gaib dalam rupa yang menyeramkan dan muncul dalam waktu-waktu yang tidak dapat terduga. Satukan dengan tata musik arahan Joseph Bishara yang begitu mampu menambah intensitas horor di setiap adegan, rasanya tidak akan ada seorangpun yang mampu melewatkan deretan teror berupa kejutan-kejutan secara audio maupun visual yang ditampilkan di sepanjang 100 menit durasi film ini berjalan.

Kunci utama keberhasilan Insidious dalam menjadi sebuah presentasi horor yang sesungguhnya adalah karena baik James Wan dan Leigh Whannell mampu menyusun intensitas horor di dalam jalan cerita film ini secara perlahan namun terjaga dengan baik. Satu persatu berbagai misteri yang menghantui para karakter di film ini dibuka untuk kemudian dinaikkan intensitasnya pada adegan berikutnya. Sayangnya, di saat ketika seluruh misteri yang menghantui para karakter film ini dibuka, di saat itu pula intensitas cerita terasa mulai kurang menggigit. Penonton seperti telah mengerti hendak dibawa kemana arah cerita film ini akan berjalan. Bahkan dengan pemilihan ending yang ditampilkan oleh Wan dan Whennell untuk Insidious kemungkinan besar telah dapat ditebak oleh beberapa orang penonton. Walau tidak begitu mengurangi kualitas film ini secara keseluruhan, namun tidak dapat disangkal bahwa tingkat kengerian yang tadinya begitu tinggi pada paruh pertama film terasa begitu terhempas pada paruh kedua film ini.

Walau begitu, Insidious memiliki jajaran departemen akting yang sangat memuaskan. Patrick Wilson, seperti biasa, menampilkan kemampuan terbaiknya dalam berakting. Begitu pula dengan Rose Byrne, Barbara Hershey dan Lin Shaye. Walaupun tidak mendapatkan peran yang begitu besar, Leigh Whannell dan Angus Sampson, yang berperan sebagai dua asisten bagi karakter Elise Reiner, cukup mampu beberapa kali tampil mencuri perhatian. Ini disebabkan dialog dan peran mereka ditampilkan secara komikal dan sedikit terlihat sebagai sebuah parodi bagi film-film yang bertema pengusiran setan lainnya.

Cukup menyenangkan untuk menyaksikan sebuah presentasi seperti Insidious. Walau dikemas dengan berbagai teknik tradisional yang sering ditampilkan film-film horor dalam usaha untuk menakuti para penontonnya, James Wan terbukti memiliki bakat yang cukup dalam untuk mengarahkan para jajaran pemerannya serta mengelola jalan cerita yang ingin ia sampaikan sehingga mampu tampil menarik secara keseluruhan. Walau beberapa bagian terasa lebih datar jika dibandingkan dengan beberapa bagian lainnya, namun Insidious tetap mampu tampil sebagai sebuah hiburan horor yang terasa begitu menyegarkan di tengah-tengah banyaknya film horor yang hadir dengan tema dan penceritaan yang cukup monoton.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2011/06/14/review-insidious-2011/

0 komentar:

Posting Komentar