Selasa, 25 Februari 2014

CAPTAIN PHILLIPS


Captain Phillips (Michael De Luca Productions/Scott Rudin Productions/Translux/Trigger Street Productions, 2013)

Dengan pengalaman berlayar selama lebih dari tiga puluh tahun, jelas tidak ada rasa khawatir yang berlebihan pada diri Captain Richard Phillips (Tom Hanks) ketika dirinya mendapat tugas untuk menjadi nakhkoda kapal kontainer Maersk Alabama dan membawa kapal yang berisi pasokan bantuan untuk masyarakat Kenya, Somalia dan Uganda tersebut dalam perjalanan dari Oman menuju Mombasa, Kenya. Mendapat peringatan bahwa jalur perairan yang ia tempuh rawan akan ancaman tindak kejahatan para perompak, Captain Richard Phillips berulangkali mengingatkan awak kapalnya untuk selalu waspada dan bahkan sempat melakukan sebuah latihan keamanan dalam perjalanan mereka. Benar saja. Beberapa hari setelah Maersk Alabama memulai perjalanannya menuju daerah tujuannya, empat orang perompak datang dan menyerang kapal kontainer tersebut.

Dengan kecerdasan dan ketanggapannya dalam menyatukan kekuatan seluruh awak kapalnya, Captain Richard Phillips pada awalnya berhasil menghalau pergi para perompak tersebut. Namun, keesokan harinya, para perompak asal Somalia yang dipimpin oleh seorang pemuda bernama Abduwali Muse (Barkhad Abdi) tersebut, kembali datang dengan kekuatan yang lebih besar dan berhasil menyelinap masuk ke dalam Maersk Alabama. Captain Richard Phillips dan awak kapalnya segera menjadi tawanan para perompak yang berniat untuk mencuri kapal kontainer sekaligus meminta uang tebusan sebagai ganti nyawa para awak kapal. Meskipun berada dalam keadaan yang terdesak, Captain Richard Phillips telah bertekad untuk melakukan segala cara agar dapat memastikan keselamatan seluruh awak kapalnya dan secara perlahan mulai menyusun strategi dalam mengalahkan para perompak tersebut.

Diangkat dari kisah nyata mengenai pembajakan kapal kontainer Maersk Alabama selama lima hari oleh perompak Somalia pada April 2009 seperti yang tertuang dalam buku A Captain’s Duty: Somali Pirates, Navy SEALs, and Dangerous Days at Sea karya Richard Phillips, Captain Phillips kembali membuktikan kemampuan handal sutradara Paul Greengrass dalam menciptakan dramatisasi yang begitu menegangkan atas sebuah kejadian nyata – Greengrass sebelumnya menggarap Bloody Sunday (2002) berdasarkan kasus penembakan para aktivis Irlandia Utara oleh tentara Inggris pada tahun 1972 serta United 93 (2006) yang mengisahkan tentang salah satu pesawat yang dibajak dalam peristiwa serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat dan memberikan Greengrass nominasi Best Achievement in Directing di ajang The 79th Annual Academy Awards. Captain Phillips jelas adalah sebuah jalinan pengisahan yang lebih sederhana jika dibandingkan dengan dua film tersebut. Pun begitu, tidak ada satu momenpun dalam Captain Phillipsdimana Greengrass tidak terlihat berusaha untuk memberikan eksekusi yang sama berkelasnya dalam menggarap intensitas ketegangan jalan cerita film.

Berawal dari karakter Captain Richard Phillips yang dikisahkan mulai mendeteksi kehadiran kawanan perompak yang mengintai kapalnya, Greengrass membangun intensitas ketegangan jalan ceritanya secara perlahan untuk kemudian terus meningkatkannya secara bertahap sehingga sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi penontonnya untuk kehilangan pacuan adrenalin di tubuh mereka. Ketegangan yang dihadirkan Greengrass benar-benar begitu padat dan kuat! Tom Hanks yang berperan sebagai sang karakter utama juga memberikan kontribusi yang besar dalam membuat penonton merasa begitu terhubung dan mendukung setiap langkah karakter yang ia perankan. Hanks dengan begitu alami terlihat menyatu dengan karakternya, menyalurkan setiap emosi sang karakter melalui dialog maupun gerakan mata dan tubuh yang ia keluarkan sekaligus menjadi sosok sederhana yang mampu berpadu dengan sisi emosional setiap penonton. Dengan mudah, setiap perjuangan yang dilakukan oleh karakter Captain Richard Phillips dalam film ini akan terasa sebagai sebuah perjuangan yang juga dilakukan oleh penonton.

Jika digarap oleh kebanyakan sutradara film Hollywood kebanyakan, Captain Phillips dapat saja menjadi sebuah kisah sederhana mengenai perjuangan karakter protagonis melawan para karakter antagonis yang mengganggu kehidupan mereka. Untungnya, Greengrass dan penulis naskah Billy Ray (The Hunger Games, 2012) tidak begitu saja memilih jalan mudah tersebut. Di sepanjang penceritaan Captain Phillips, para karakter perompak mampu digambarkan sebagai sosok manusia biasa dengan berbagai latar belakang kisah kehidupan mereka. Captain Phillips menggambarkan kedua belah pihak sebagai sosok manusia biasa. Tidak ada yang hadir sebagai sosok pahlawan super yang tidak dapat dikalahkan dan tidak ada sosok penjahat yang hanya bertujuan untuk menguasai dunia atau membunuh setiap buruannya. Manusia biasa. Aktor Barkhad Abdi yang memerankan karakter Abduwali Muse sang pimpinan perompak juga memberikan penampilan yang solid dalam menghidupkan sosok perompak yang serius dalam setiap perkataan maupun perbuatannya.

Mereka yang hafal dengan film-film arahan Paul Greengrass jelas telah mengetahui apa yang akan mereka dapatkan dariCaptain Phillips. Kegemaran Greengrass dalam menyajikan penceritaannya secara mendetil guna membangun intensitas ketegangan yang begitu memuncak sekali lagi berhasil diaplikasikan dalam Captain Phillips. Tidak lupa, dengan didukung naskah cerita yang begitu cerdas arahan Billy Ray, Greengrass mampu menghadirkan kisahnya sebagai sebuah presentasi yang nyata dan jauh dari kesan berlebihan seperti kebanyakan film sejenis yang digarap Hollywood. Ditambah dengan penampilan brilian dari Tom Hanks dan jajaran pengisi departemen akting lainnya, Captain Phillipsadalah sebuah drama yang akan memaksa setiap penontonnya untuk terperangkap dalam sebuah intensitas ketegangan yang begitu tinggi. Salah satu film terbaik tahun ini!

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2013/10/24/review-captain-phillips-2013/

0 komentar:

Posting Komentar